top of page
Dump Site
Search

Kurangi Sampah dari Rumah, NUSABERSIH dan PT BJS Ajak Ibu Rumah Tangga Terapkan Sustainable Living

  • Writer: Zero Waste Nusantara
    Zero Waste Nusantara
  • May 25
  • 2 min read

Sebagai wilayah pesisir, Kabupaten Jepara menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah. Selain berasal dari aktivitas domestik, sampah juga terbawa dari aliran sungai hingga bermuara ke laut dan kembali mencemari garis pantai. Di sisi lain, kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang semakin terbatas serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan membuang sampah dengan benar memperparah kondisi ini. Menjawab tantangan tersebut, Nusabersih sebagai startup pengelola sampah berkolaborasi dengan PT BJS menyelenggarakan workshop bertajuk “Edukasi Ibu Bijak Minim Sampah” bagi PARIS Community (Persatuan Istri Karyawan PT BJS dan PT BJP) pada Selasa, 31 Maret 2026 di Grha Bhumi Prawean.



Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Nusabersih dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis circular economy, sekaligus memperkuat peran rumah tangga sebagai titik awal perubahan. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi utama yang dirancang tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan edukasi lingkungan dan sustainable living. Peserta diajak merefleksikan kondisi sampah di Jepara dan Indonesia, memahami dampak negatif sampah terhadap lingkungan, serta mengenal jenis-jenis sampah dan cara penanganannya. Nusabersih memperkenalkan konsep Waste Hierarchy (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Recover, Landfill) yang disederhanakan menjadi pendekatan Cegah – Pilah – Olah.



Melalui pendekatan ini, peserta didorong untuk mulai mengurangi sampah dari sumbernya dengan langkah-langkah sederhana namun berdampak, seperti menggunakan kantong belanja ulang pakai, membawa tumbler untuk mengurangi penggunaan gelas plastik sekali pakai, menolak sedotan sekali pakai, serta membawa wadah sendiri saat berbelanja atau membeli makanan. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan alternatif ramah lingkungan seperti penggunaan pembalut kain dan kapas kain guna menekan timbulan sampah harian.

Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan pemahaman pentingnya pemilahan sampah. Edukasi ini menekankan bahwa tidak semua sampah anorganik dapat didaur ulang, sehingga pemilahan menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi daur ulang sekaligus mencegah meningkatnya sampah residu yang berakhir di lingkungan. Nusabersih juga memperkenalkan perannya dalam mengelola sampah residu agar tidak langsung berakhir di TPA atau mencemari lingkungan.

Pada sesi kedua, peserta mengikuti praktik langsung pengomposan sebagai solusi pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga. Dalam sesi ini, peserta belajar bagaimana mengolah sampah dapur menjadi kompos yang bermanfaat, sehingga tidak hanya mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, tetapi juga mengembalikan siklus alami bahan organik menjadi tanah yang kaya unsur hara.



Sebagai bentuk dukungan implementasi di rumah, setiap peserta menerima Komposter Kit yang terdiri dari komposter ember tumpuk, pengaduk kompos, EM4, molase, botol spray, sekam, serta leaflet panduan. Dengan fasilitas ini, peserta diharapkan dapat langsung memulai praktik pengomposan secara mandiri.

Melalui kegiatan ini, Nusabersih dan PT BJS menegaskan pentingnya peran ibu rumah tangga sebagai agen perubahan dalam pengelolaan sampah. Kebiasaan yang dibangun di rumah memiliki potensi besar untuk memengaruhi seluruh anggota keluarga, bahkan meluas ke lingkungan sekitar.


Ke depan, Nusabersih berharap semakin banyak masyarakat Jepara yang terlibat aktif dalam upaya pengurangan sampah, mulai dari langkah sederhana di rumah. Dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat, pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab bukan hanya dapat mengurangi beban TPA, tetapi juga menjaga kebersihan lingkungan pesisir Jepara demi keberlanjutan generasi mendatang.

 
 
 

Comments


print logo.png

© 2023 Copyright | PT Zero Waste Nusantara

bottom of page