top of page
Dump Site
Search

Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah, Nusabersih dan PNM Mekaar Gelar Edukasi Pemilahan Sampah dan Pengomposan bagi Nasabah Mekaar Jepara

  • Writer: Zero Waste Nusantara
    Zero Waste Nusantara
  • Mar 31
  • 3 min read


Peserta kegiatan melakukan praktik mengompos sampah rumah tangga di Aula Kecamatan Jepara, Jawa Tengah. (Wardhani/Dok. Nusabersih)


Jepara, 10–12 Maret 2026 – Nusabersih berkolaborasi dengan PNM Mekaar menyelenggarakan workshop bertajuk “Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga” bagi 91 nasabah PNM Mekaar di Kecamatan Jepara. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Aula Kecamatan Jepara ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat—khususnya ibu rumah tangga—tentang pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya Nusabersih dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis circular economy, sekaligus mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang saat ini semakin mendekati kapasitas maksimum. Di wilayah pesisir seperti Jepara, persoalan sampah juga semakin kompleks karena tidak hanya berasal dari aktivitas darat, tetapi juga dari aliran sungai dan laut yang membawa sampah hingga ke pantai.


Pembukaan rentetan kegiatan oleh Camat Kecamatan Jepara, PNM Mekaar Jepara, dan Nusabersih, Selasa (10/03/2026). (Wardhani/Dok. Nusabersih)

Kegiatan dibuka secara resmi oleh perwakilan PNM Mekaar, Nusabersih, serta Camat Kecamatan Jepara. Dalam sambutannya, para perwakilan menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah serta membangun kebiasaan baru untuk memilah dan mengelola sampah di tingkat rumah tangga.


Pemaparan materi sampah oleh Arum (dari Nusabersih) di Aula Kecamatan Jepara, Jawa Tengah. (Wardhani/Dok. Nusabersih)


Membangun Kesadaran dari Rumah

Pada sesi pertama, peserta mengikuti materi edukasi pengelolaan sampah rumah tangga dan praktik pengomposan. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk merefleksikan kondisi sampah di Jepara dan Indonesia, memahami dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan kesehatan, serta mengenal berbagai jenis sampah dan cara penanganannya.

Nusabersih memperkenalkan pendekatan sederhana yang dapat diterapkan di rumah, yaitu Cegah – Pilah – Olah. Pendekatan ini menekankan pentingnya:

  • Mencegah timbulan sampah sejak awal

  • Memilah sampah sesuai jenisnya

  • Mengolah sampah organik secara mandiri

Pengenalan jenis-jenis sampah kepada peserta kegiatan. (Wardhani/Dok. Nusabersih)

Peserta juga mengikuti praktik langsung mengompos, sehingga mereka dapat memahami langkah-langkah pengolahan sampah organik secara sederhana namun efektif.

Untuk mendukung praktik tersebut di rumah, setiap peserta menerima Komposter Kit yang berisi compost bag, pengaduk kompos, EM4, molase, botol spray, sekam, serta leaflet panduan mengompos. Melalui fasilitas ini, peserta diharapkan dapat langsung memulai pengolahan sampah organik dari dapur mereka sendiri. Selain mengurangi volume sampah, kompos yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan untuk tanaman rumah tangga atau bahkan memiliki potensi nilai ekonomi.


Praktik pemilahan sampah di warehouse Nusabersih. (Wardhani/Dok. Nusabersih)

Belajar Langsung di Warehouse Nusabersih

Pada sesi kedua, peserta mengikuti study tour ke warehouse Nusabersih untuk melihat secara langsung bagaimana sampah dikelola setelah dipilah.

Dalam kunjungan ini, peserta diperkenalkan dengan alur pengelolaan sampah di Nusabersih, mulai dari proses pemilahan, pengolahan sampah organik menjadi pakan maggot dan kompos, hingga penanganan sampah anorganik.

Sampah anorganik yang masih memiliki nilai daur ulang akan disalurkan kepada pihak pendaur ulang, sementara sampah residu yang tidak dapat didaur ulang akan diproses melalui pemadatan (press) sebelum dikirim ke industri yang memanfaatkannya sebagai bahan bakar alternatif.

Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal maggot sebagai salah satu solusi pengolahan sampah organik yang efektif dan ramah lingkungan.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka, seluruh peserta juga menerima bingkisan sembako dari PT PNM Mekaar.


Peserta kegiatan Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga batch 3, Kamis, (12/03/2026) . (Wardhani/Dok. Nusabersih)

Ibu Rumah Tangga sebagai Agen Perubahan

Melalui kegiatan ini, Nusabersih dan PNM Mekaar berharap dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan di tingkat rumah tangga. Ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam mengatur aktivitas rumah, termasuk dalam pengelolaan sampah sehari-hari.

Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari workshop ini, para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat—memulai kebiasaan memilah sampah di rumah dan mengajak anggota keluarga untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Langkah kecil dari rumah tangga dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara bersama-sama.

Menuju Jepara yang Lebih Bersih

Sebagai pengelola sampah yang beroperasi di Kabupaten Jepara, Nusabersih berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Selain mengelola sampah secara profesional, Nusabersih juga aktif melakukan edukasi masyarakat secara online maupun offline untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap isu sampah dan lingkungan.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak seperti PNM Mekaar, Nusabersih berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam upaya mengurangi sampah sejak dari sumbernya.

Dengan partisipasi masyarakat, langkah menuju Jepara yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bukan lagi sekadar harapan—melainkan tujuan yang bisa dicapai bersama demi lingkungan dan generasi mendatang.

 
 
 

Comments


print logo.png

© 2023 Copyright | PT Zero Waste Nusantara

bottom of page